NABI IDRIS
Nabi Idris merupakan salah satu nabi yang mewariskan banyak pengetahuan dan masih berguna hingga saat ini. Kenabiannya perlu diimani oleh umat Islam sebagai bentuk taqwa atas perintah Allah SWT. Secara garis keturunan Nabi Idris memiliki jarak enam generasi dari Nabi Muhammad. Urutannya adalah
1. Adam, 2.Syits, 3.Anusy, 4.Qinan, 5.Mihlail, 6.Yarid, 7.baru kemudian Idris.
Nama Idris berasal dari kata ‘Darasa’ yang berarti belajar. Sebab, Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang sangat senang belajar dan suka mengkaji fenomena alam semesta. Nabi Idris juga dikenal dengan nama Akhnukh bin Yarid. Dia dilahirkan dari seorang perempuan bernama Iqlima.
Selama 345 tahun Nabi Idris hidup di dunia, dia diutus oleh Allah Subhanahu Wata'ala ( SWT ) untuk berdakwah di Irak Kuno (Babilonia) dan Mesir(Memphis). Berikut kisah Nabi Idris selengkapnya. Nabi Idris adalah manusia pertama yang menerima wahyu lewat Malaikat Jibril ketika dirinya menginjak usia 82 tahun.
Silsilah Nabi Idris
Nabi Idris Berdakwah di Babilonia hingga Mesir - Nabi Idris Bergelar ‘Singa Allah’ - Pesan-pesan Nabi Idris kepada Umat Manusia
Nabi Idris Dikenal Cerdas dan Berpengetahuan Luas - Nabi Idris Pandai Ilmu Perbintangan
Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Membuat Pakaian
Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Menulis
Kisah Nabi Idris Merasakan Mati dan Hidup Lagi
Kisah Perjalanan Nabi Idris Melihat Surga dan Neraka
Nabi Idris Pingsan Setelah Melihat Dahsyatnya Api Neraka
Kisah Nabi Idris Takjub dengan Pesona Surga
Kematian Nabi Idris
Kesimpulan Kisah Nabi Idris "Buku Mengenai Kisah Nabi Idris"
Artikel Lain Terkait Kisah Nabi Idris, Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam Kisah Nabi
Silsilah Nabi Idris
Nabi Idris merupakan keturunan Adam yang pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT setelah Adam dan Syits. Hal itu tertera dalam QS. Maryam:56-57.
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kepada mereka, kisah Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
Namun demikian, ada beberapa perbedaan pendapat mengenai riwayat Nabi Idris apakah dia hidup sebelum Nabi Nuh ataukah sesudahnya. Ilmuwan seperti Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Asy-Syaukani, hingga As-Suyuthi menjelaskan bahwa Nabi Idris hidup sebelum Nabi Nuh. Hal itu berdasarkan nasab bahwa nama asli Nabi Idris adalah Khonukh yang merupakan nenek moyang Nabi Nuh.. Hal itu juga diperkuat dengan QS. Maryam: 58.
“Mereka itulah orang-orang yang Allah telah beri nikmat, yaitu kalangan para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami angkat bersama Nuh dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyangka dengan bersujud dan menangis.”
Ayat tersebut mengisahkan silsilah keturunannya. Nabi Idris termasuk keturunan Nabi Adam, tidak ikut bersama Nabi Nuh dalam perahu. Dengan demikian, Nabi Idris urutannya sebelum Nabi Nuh.
Nabi Idris Berdakwah di Babilonia hingga Mesir Pada mulanya, Nabi Idris diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama di Babilonia, Irak Kuno. Nabi Idris sendiri merupakan sosok yang rajin beribadah dan beramal salih seperti halnya yang diceritakan dalam buku Nabi Idris. Namun, akhirnya dia berhijrah ke Mesir lantaran penduduk Babilonia tidak bisa menerima apa yang diajarkan Nabi Idris. Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi Idris dikenal sebagai orang yang gemar bertasbih kepada Allah. Dia juga selalu melakukan perbuatan baik seperti belajar, menulis, dan menjahit. Keterampilan-keterampilan itu perlahan-lahan dia ajarkan kepada kaumnya., Nabi Idris Bergelar 'Singa Allah
Selain baik budinya, Nabi Idris juga dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah merasa takut ketika berhadapan dengan umatnya yang kafir. Oleh karena itu, dia digelari ‘Singa Allah’. Nabi Idris juga dikenal sebagai sosok pemaaf dan tidak pernah sombong. Bahkan, Allah SWT memberinya gelar ‘Asadul Usud’ karena tidak pernah berputus asa ketika Allah memerintahkannya untuk menyebarkan agama. Pesan-pesan Nabi Idris kepada Umat Manusia
Sebelum meninggal dunia, Nabi Idris meninggalkan banyak pesan kepada umat manusia. Pesan-pesan tersebut berisi ajaran-ajaran agar manusia dapat hidup lebih baik. Di antaranya salat jenazah sebagai bentuk penghhormatan, karena pemberi syafaat hanyalah Allah SWT sesuai amal dan perbuatan.Dia juga mengingatkan kaumnya bahwa sebesar apa pun rasa syukur yang kita ucapkan tidak akan mampu menandingi nikmat Allah SWT yang telah diberikan.
Selain itu, Nabi Idris juga mengingatkan umat manusia untuk selalu menyambut seruan Allah SWT secara ikhlas untuk shalat, puasa, menaati semua perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya. Kemudian, umat manusia juga diminta untuk menghindari hasad atau dengki kepada sesama manusia yang mendapat rezeki.
Nabi Idris juga mengingatkan bahwa kegiatan menumpuk harta sama sekali tidak bermanfaat bagi diri sendiri, kecuali membagikan harta tersebut kepada orang yang membutuhkan. Terakhir, kehidupan hendaknya dijalani dengan penuh hikmah dan kebajikan. Kisah hidup dan peristiwa penting yang dialami para nabi dan rasul lainnya juga bisa kamu pelajari melalui buku Nabi Kita: Adam, Idris, Nuh Alaihimussalam Serial 1.
Nabi Idris Dikenal Cerdas dan Berpengetahuan Luas
Nabi Idris merupakan manusia pertama yang bisa membaca dan menulis. Hal itu dijelaskan dalam QS. Al-Alaq:4-5. Surat tersebut mengisahkan Nabi Idris adalah manusia pertama yang mengajarakan cara menulis dan membaca kepada umat manusia. Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan yang berlimpah. Selain membaca dan menulis, Nabi Idris juga pandai merawat kuda, paham ilmu falaq atau perbintangan hingga pandai matematika atau ilmu berhitung. Karena mukjizat yang diberikan Allah itu lah Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang cerdas, pandai, dan bijaksana.
Nabi Idris Pandai Ilmu Perbintangan
Pengetahuan Nabi Idris sangat luas karena dia rajin mengkaji dan mempelajari banyak hal, termasuk segala hal yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam. Selain itu, Nabi Idris juga sangat tertarik dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi di muka bumi. Oleh sebab itulah, banyak yang bertanya kepadanya apabila terjadi fenomena alam tertentu. Nabi Idris sering menjadi rujukan terhadap suatu permasalahan., Nabi Idris dikenal sebagai ahli perbintangan. Dia adalah orang yang pertama kali memanfaatkan rasi bintang sebagai penunjuk arah, waktu yang tepat untuk bercocok tanam, hingga memperkirakan kondisi cuaca. Nabi Idris juga memiliki keterkaitan dengan bangsa Sumeria. Sebab, beberapa penelitian membuktikan bangsa Sumeria juga mempelajari ilmu perbintangan untuk mengetahui waktu bercocok tanam yang baik. Misalnya, rasi bintang Taurus yang dipercaya sebagai masa awal musim semi dan cocok untuk menanam. Sementara, rasi bintang Virgo digunakan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan panen.
Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Membuat Pakaian
Sebelum Nabi Idris terlahir di dunia, manusia sebelumnya terbiasa membuat dan memakai kulit binatang sebagai pakaian. Nabi Idris diberikan Allah mukjizat berupa orang pertama yang bisa menjahit kulit binatang menjadi baju layak pakai. Saat ada waktu luang, Nabi Ibrahim menjahit pakaian lalu diberikan kepada kaum fakir miskin.
Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Menulis
Nabi Idris juga dikenal sebagai manusia pertama yang bisa menulis menggunakan pena. Bahkan, para ilmuwan pernah menemukan beberapa potongan naskah kuno yang diklaim berkaitan dengan Nabi Idris. Naskah itu bernama Kitab Henokh. Salah satu kisah dalam kitab itu adalah tentang peradaban tertua di bumi Lemuria, Atlantis yang hilang ditelan bumi. Selain itu, prediksi tentang banjir besar yang akan terjadi di muka bumi. Para ilmuwan itu menduga Kitab Henokh tersebut ditulis oleh Nabi Idris
Kisah Nabi Idris Merasakan Mati dan Hidup Lagi
Pada suatu malam, Nabi Idris kedatangan tamu seorang pria. Dia membawa sangat banyak buah-buahan. Nabi Idris tidak sadar, pria tersebut adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil, namun ditolak. Pada akhirnya, mereka berbincang-bincang dan berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Setelah empat hari bersama dan sudah cukup akrab, Nabi Idris mulai curiga dengan sang tamu. Sebab, tamu itu tidak menyentuh jamuannya sama sekali. Nabi Idris lantas mengajukan pertanyaan karena diliputi rasa penasaran.
“Sebenarnya siapa kamu?” tanya Nabi Idris.
“Maaf Ya Nabi Allah. Aku sebenarnya adalah Malaikat Izroil,” jawab sang malaikat.
Tentu saja Nabi Idris terkejut mendengarnya, sebab Malaikat Izroil bertugas mencabut nyawa manusia. “Kau sudah empat hari bersamaku. Apakah kau sedang bertugas untuk mencabut nyawa makhluk di dunia ini?” “Wahai Idris, selama empat hari ini memang banyak sekali nyawa yang telah kucabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku. Kuambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap makanan.” “Lantas apa maksud kedatanganmu kemari? Apakah kau ingin mencabut nyawaku?” Malaikat Izroil menggeleng. “Tidak, Ya Idris. Kedatanganku memang untuk mengunjungimu karena saya rindu dan Allah telah memberikan izin.”
Setelah percakapan itu, Nabi Idris membuat satu permintaan. Dia ingin Malaikat Izroil mencabut nyawanya, kemudian menghidupkannya kembali. Nabi Idris penasaran dengan rasa sakratul maut yang konon sangat dahysat sakitnya. Namun, permintaan itu tidak segera dituruti oleh Malaikat Izroil. Sebab, segala hal yang dia lakukan hanya atas perintah Allah SWT.
“Saya tidak mencabut nyawa seseorang selain atas izin Allah,” kata Malaikat Izroil.
Namun, Allah SWT pada akhirnya mengabulkan permintaan Nabi Idris. Seketika, Malaikat Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris. Melihat sahabatnya kesakitan sedemikian rupa, Malaikat Izroil menangis. Setelah mati, Allah menghidupkan kembali Nabi Idris.
Nabi Idris lantas menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa membayangkan apabila manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut yang terasa sakit seperti dirinya. Rasanya sungguh dahsyat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nabi Idris pun merasa tidak tega apabila ada umatnya yang harus merasakan sengsara di ujung hidup dan mati. Sejak saat itu, Nabi Idris semakin giat mengajak umatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan, taat kepada Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Kisah lengkap Nabi Idris AS untuk mengajak manusia, khususnya keturunan Qabil agar kembali menyembah Allah SWT juga bisa kamu baca pada buku Seri Kisah Nabi – Sang Ahli Perbintangan: Nabi Idris AS.
Kisah Perjalanan Nabi Idris Melihat Surga dan Neraka Suatu ketika, Nabi Idris dan Malaikat Izroil tengah beribadah bersama. Lagi-lagi, Nabi Idris mengajukan sebuah permintaan unik.
“Apakah kau bisa membawaku melihat indahnya surga dan dahsyatnya api neraka, wahai Malaikat Izroil?” tanya Nabi Idris. Malaikat Izroil pun menjawab, “Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu sungguh aneh. Mengapa kau meminta hal itu? Bahkan para malaikat pun takut melihat neraka, tetapi kau malah memintanya.” Nabi Idris menjawab, “Jujur saja, aku takut sekali dengan azab Allah itu. Semoga iman dan takwaku kian bertambah setelah melihat neraka.”
Nabi Idris Pingsan Setelah Melihat Dahsyatnya Api Neraka
Kisah Nabi Idris Takjub dengan Pesona Surga
Kematian Nabi Idris
Kesimpulan Kisah Nabi Idris
Buku Mengenai Kisah Nabi Idris
Artikel Lain Terkait Kisah Nabi Idris
Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam Kisah Nabi

0 comments:
Posting Komentar
Thank for your visit, leave your suggestions and comments in the fields below ...
Silahkan meninggalkan komentar anda sehingga kita dapat berbagi pemikiran Anda dengan pengunjung lainnya.